[SURABAYA/SDANGELA, 8 Januari 2026] – Suasana hening dan penuh kekhidmatan menyelimuti Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria, Kamis pagi (8/1/2026), dalam perayaan Misa Syukur bersama menyongsong Tahun Baru 2026 dan mengakhiri masa Natal. Misa yang dihadiri oleh ratusan peserta didik, guru, dan staf dari jenjang pendidikan PG-TKK Taman Rini, SD Katolik Santa Angela, dan SMAK Stella Maris ini menjadi momen refleksi dan pembaruan komitmen di awal tahun. Perayaan Ekaristi yang diselenggarakan secara khusus untuk Komunitas pendidikan Perkumpulan Dharmaputri ini dipimpin oleh RP. Paulus Jauhari Atmoko, CM sebagai selebran. Dalam homilinya yang mengalir penuh makna, Romo Paulus Jauhari menekankan tentang pentingnya menjadi “terang” dan “garam” dunia di tahun yang baru, sebuah panggilan yang relevan bagi setiap insan pendidikan, baik siswa maupun guru. “Kelahiran Yesus adalah wujud kasih Allah yang nyata. Di Tahun Baru ini, kita diajak untuk membawa kasih yang sama itu ke dalam ruang kelas, ke dalam pertemanan, dan ke dalam setiap tindakan kita. Jadilah pembawa damai dan penebar kebaikan, dimulai dari lingkungan terkecil kita,” pesan Romo Paulus Jauhari kepada para hadirin, yang menyimak dengan khidmat. Kehadiran adik-adik dari PG-TKK Taman Rini dengan polosnya, semangat para siswa SDK Santa Angela, serta kesungguhan remaja SMAK Stella Maris menciptakan sebuah mozaik persekutuan yang indah dan mengharukan. Liturgi berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari berbagai perwakilan siswa, mulai dari petugas lagu, lektor, hingga pembawa persembahan. Suasana hening dan doa yang mendalam sangat terasa, terutama saat doa dan komuni kudus. Misa tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan penguatan iman dalam konteks pendidikan. Salah seorang guru pendamping selaku Kepala Sekolah dari SMAK Stella Maris, Bpk. Yohanes, menyatakan kegembiraannya. “Misa bersama seperti ini sangat bermakna. Selain mempererat tali persaudaraan sekomunitas besar Perkumpulan Dharmaputri, ini adalah fondasi spiritual yang kokoh bagi anak-anak kita untuk memulai tahun dengan hati baru dan semangat baru. Suasana yang khidmat tadi benar-benar menyentuh hati.” Acara ditutup dengan berkat dari Romo Paulus Jauhari dan foto bersama sebagai kenangan. Perayaan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar PG-TKK Taman Rini, SDK Santa Angela, dan SMAK Stella Maris untuk menjalani Tahun Baru 2026 dengan penuh harapan, kasih, dan dedikasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Caption Foto: RP. Paulus Jauhari Atmoko, CM memberkati Misa Syukur Natal & Tahun Baru di Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria, Kamis (8/1/2026), yang dihadiri oleh siswa dan guru dari tiga jenjang sekolah.
Cahaya Natal di Tangan Kecil: SDK Santa Angela dan TKK Taman Rini Berbagi Kasih dalam Bakti Sosial 2025
Surabaya, 17 Desember 2025 – Semangat Natal yang hangat dan penuh sukacita tampak menyala di Halaman SDK Santa Angela Surabaya dan PG-TKK Taman Rini pada Rabu pagi, 17 Desember 2025. Tidak hanya dihiasi dengan ornamen natal yang ceria, halaman sekolah juga dipadati oleh paket-paket berisi bahan makanan pokok. Hari itu, kedua lembaga pendidikan yang berada di naungan Yayasan Perkumpulan Dharmaputri tersebut menggelar Bakti Sosial Natal 2025, sebuah wujud nyata pendidikan karakter tentang kepedulian dan kepekaan sosial yang diwujudkan langsung oleh para siswa. Mengusung tema “Kasih Natal Menyapa: Berbagi dengan Tangan Kecil, Menyentuh dengan Hati Besar”, acara ini memiliki makna khusus karena seluruh bantuan dibagikan secara langsung oleh perwakilan siswa-siswi dari setiap kelas, mulai dari tingkat PG, TK hingga SD. Mereka bukan hanya menjadi simbol, tetapi aktor utama dalam aksi berbagi ini. “Ini adalah pembelajaran hidup yang paling berharga bagi anak-anak kita,” ujar Sr. M. Ines, SPM, selaku Kepala PG-TKK Taman Rini, dalam sambutan pembuka. “Mereka belajar bahwa kebahagiaan Natal yang sejati bukan hanya tentang menerima, tetapi terletak pada sukacita ketika mampu memberi dan membawa senyum bagi sesama.” Bakti sosial kali ini menyasar 70 keluarga kurang mampu yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah, bapak-ibu dari pengurus Asrama Santa Yulia serta tukang becak. Paket bantuan yang dibagikan merupakan hasil donasi dari seluruh siswa, orang tua, guru, dan karyawan selama beberapa pekan terakhir, yang dikemas dengan penuh perhatian. Momen paling mengharukan terjadi ketika para siswa perwakilan, dengan seragam rapi maju secara bergantian. Dengan didampingi guru, mereka menyerahkan paket bantuan langsung kepada para penerima sambil menjabat tangan, tersenyum, dan mengucapkan, “Selamat Natal, semoga bermanfaat.” Sorotan kamera dari para orang tua yang hadir tak henti-hentinya mengabadikan ketulusan dalam setiap penyambaran. “Saya senang sekali bisa bagi-bagi sembako. Senang lihat nenek-nenek dan adik-adik senyum,” kata Meyka (Kelas 4 SDK Santa Angela), dengan polos seusai menyerahkan paket. Pengalaman serupa diungkapkan Angga (Kelas 6), “Tadi saya kasih paket ke seorang kakak. Rasanya hati jadi hangat, seperti hadiah Natal buat diri sendiri.” Tidak hanya penyerahan paket, acara juga dimeriahkan dengan penampilan kolaborasi paduan suara siswa SDK Santa Angela dan TKK Taman Rini yang membawakan lagu-lagu Natal penuh sukacita. Suara merdu mereka menyatu, mengiringi seluruh prosesi bakti sosial dengan nuansa khidmat dan penuh syukur. Ibu Kiki, salah satu warga penerima manfaat, tak dapat menyembunyikan harunya. “Terima kasih banyak, terutama untuk anak-anaknya yang sudah diajarkan baik sekali. Bantuan ini sangat berarti untuk kami. Dan melihat mereka yang masih kecil-kecil sudah bisa berbagi, hati saya sangat tersentuh,” ucapnya. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sr. Alfonsine, SPM. Bakti Sosial Natal 2025 ini telah menjadi bukti bahwa nilai kasih Kristiani dan semangat gotong royong dapat ditanamkan sejak dini. Melalui tangan-tangan mungil mereka, para siswa SDK Santa Angela dan TKK Taman Rini telah menjadi ‘cahaya kecil Natal’ yang menyebarkan kehangatan dan harapan bagi banyak keluarga, mengukir makna Natal yang sesungguhnya: kasih yang berbagi.
Menantikan Sang Juru Selamat: Rekoleksi Adven Siswa-Siswi SDK Santa Angela Surabaya
Surabaya, 16 Desember 2025 – Suasana hening yang penuh semangat baru saja menyelimuti halaman dan aula SDK Santa Angela Surabaya pada Selasa pagi, 16 Desember 2025. Bertajuk “Apa Itu Adven Bagi Umat Katolik?”, Rekoleksi Adven tahunan ini mengajak seluruh siswa untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk persiapan akhir semester dan diving lebih dalam ke dalam makna sejati masa penantian Natal. Bukan sekadar menghitung hari di kalender atau membuka pintu kalender Adven, rekoleksi kali ini bertujuan membuka pintu hati setiap peserta didik. Acara yang diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 ini dirancang khusus agar mereka, yang berada dalam masa perkembangan iman yang kritis, dapat memahami esensi Adven bukan sebagai ritual pasif, tetapi sebagai perjalanan aktif menyambut Tuhan. Merengkuh Makna: Adven adalah Masa Penuh Harap dan Persiapan Dalam sambutannya, Ibu Kepala Sekolah, Dra. Agnes Sri Wulandari, menekankan bahwa Adven adalah “musim spiritual” yang indah. “Anak-anakku, Adven itu seperti saat kita menanti kedatangan tamu istimewa. Kita tak hanya menunggu, tapi membersihkan rumah, menyiapkan hidangan, dan berdebar-debar menanti bel pintu berbunyi. Tamu istimewa kita adalah Yesus. Rumah yang kita bersihkan adalah hati kita,” ujarnya dengan analogi yang mudah dicerna. Rekoleksi dipandu oleh tim pembina rohani dan guru-guru agama. Materi disampaikan dengan cara interaktif, menggunakan dongeng, lagu-lagu rohani bernuansa Adven seperti “Datanglah, Tuhan Yesus”, serta tayangan visual yang menarik tentang simbol-simbol Adven: Lilin Adven (harapan, damai, sukacita, kasih), lingkaran Adven (keabadian dan kasih Allah tanpa awal dan akhir), serta warna ungu (pertobatan dan persiapan). Sesi Refleksi: “Aku dan Masa Advenku” Puncak kegiatan adalah sesi refleksi pribadi. Dalam keheningan, anak-anak diajak untuk merenungkan tiga pertanyaan kunci terkait tema: Renungan ini dituangkan dalam bentuk tulisan sederhana atau gambar pada “Kartu Komitmen Adven” yang akan mereka bawa pulang. Aksi Nyata: Warna-Warni Kasih dalam Aksi Rekoleksi tidak berhenti pada pemahaman. Para siswa diajak untuk mengubah refleksi menjadi aksi nyata. Mereka bersama-sama menyusun “paket kasih Adven” berisi sembako dan keperluan sekolah sederhana untuk disumbangkan ke panti asuhan terdekat. Aktivitas ini mengajarkan bahwa menyambut Natal berarti juga membuka mata terhadap sesama dan berbagi kasih, mewujudkan kata “datanglah Kerajaan-Mu” dalam doa Bapa Kami. “Aku baru paham kalau Adven itu nggak cuma nunggu Natal buka kado. Tapi kita juga harus berbuat baik, bersih-bersih hati, dan bikin orang lain senang,” ujar Rafael, siswa kelas 5, dengan polosnya. Penutup: Berangkat dengan Hati yang Siap Rekoleksi ditutup dengan perayaan Ekaristi bersama yang mengukuhkan semua niat dan komitmen. Dengan lilin-lilin kecil yang mereka pegang sebagai simbol terang Kristus yang akan datang, para siswa meninggalkan aula dengan pemahaman yang lebih mendalam. Mereka menyadari bahwa Adven adalah masa untuk berhenti, merenung, membersihkan hati, dan aktif berbuat baik dalam penantian penuh harap. Bukan sekadar hitungan mundur, melainkan perjalanan spiritual yang membentuk karakter sebagai murid-murid Kristus. Kegiatan ini membuktikan bahwa SDK Santa Angela tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia utuh yang beriman, penuh harap, dan peduli. Sebuah persiapan yang tepat untuk menyongsong kelahiran Sang Terang Dunia dengan hati yang telah dibajak dan disemai oleh nilai-nilai Injil.
Menyucikan Hati Sebelum Natal: Pengalaman Pengakuan Dosa Bersama Anak-Anak dan Guru SDK Santa Angela Surabaya
Surabaya, 12 Desember 2025 – Menyambut kedatangan Sang Penebus di Hari Natal, suasana hening dan penuh kekhusyukan menyelimuti lingkungan SDK Santa Angela Surabaya. Pada hari Kamis pagi itu, seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6, didampingi oleh para bapak dan ibu guru, bersama-sama melaksanakan Sakramen Tobat atau Pengakuan Dosa. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas rohani, tetapi menjadi momen istimewa untuk menyucikan hati, belajar tentang kesederhanaan, kejujuran, dan rahmat pengampunan. Persiapan Hati Sebelum Bertemu Tuhan Persiapan telah dimulai beberapa hari sebelumnya. Dalam pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan bina iman, para guru dengan sabar mengajak anak-anak untuk melakukan examinatio conscientiae atau pemeriksaan batin secara sederhana. Mereka dibimbing untuk merefleksikan tindakan sehari-hari: apakah sudah bersikap baik kepada teman, mendengarkan orang tua dan guru, serta menyayangi sesama. Tidak ada rasa takut yang ditanamkan, melainkan pemahaman akan kasih Allah yang selalu siap mengampuni. “Kami tekankan bahwa pengakuan dosa adalah pertemuan penuh kasih dengan Bapa yang Mahapengasih. Ini seperti membersihkan hati agar lebih terang menyambut kelahiran Yesus,” ungkap Ibu Maria, salah satu guru pendamping. Proses Pengakuan yang Mengharukan Pada hari pelaksanaan, kapel dan beberapa ruangan yang disiapkan sebagai tempat pengakuan diatur dengan rapi dan nyaman. Beberapa Romo dari paroki sekitar hadir dengan penuh keramahan untuk mendengarkan pengakuan. Para siswa menunggu giliran dengan tertib, beberapa tampak serius merenung, lainnya berbisik dan saling mengingatkan dengan polosnya. Yang menarik, para bapak dan ibu guru juga turut serta dalam antrian, berdampingan dengan murid-murid mereka. Ini menjadi contoh nyata bahwa proses pertobatan adalah perjalanan seumur hidup bagi semua orang, tanpa terkecuali. Seorang siswa kelas 4, Keisha, berbagi cerita, “Aku mengaku kalau suka marah sama adik. Romonya bilang, aku harus belajar sabar. Aku juga lihat Bu Ani (guru matematika) ikut mengaku, aku jadi nggak malu lagi.” Keikutsertaan guru ini memberikan pesan yang dalam: di hadapan Tuhan, semua adalah saudara yang sama-sama membutuhkan rahmat pengampunan. Hal ini menciptakan iklim kesetaraan dan kerendahan hati yang sangat edukatif. Makna di Balik Ritual: Pendidikan Karakter dan Iman Kegiatan ini memiliki dimensi pendidikan karakter yang kuat. Anak-anak belajar: Ibu Kepala Sekolah, Dra. Agnes Sri Wulandari, dalam sambutannya menegaskan, “Kegiatan ini adalah pilar penting dalam pembentukan iman dan karakter siswa Santa Angela. Kami percaya, hati yang bersih dan damai akan menjadi tanah yang subur bagi tumbuhnya prestasi akademik dan sikap saling menghargai.” Penutup: Hati yang Bersih untuk Menyambut Sang Terang Suasana setelah pengakuan dosa terasa berbeda. Wajah-wajah ceria, penuh kelegaan, dan senyuman tulus tampak di mana-mana. Anak-anak dan guru sama-sama meninggalkan ruang pengakuan dengan hati yang lebih ringan. Mereka telah meletakkan beban kesalahan dan siap menyongsong Natal dengan sukacita yang murni. Pengakuan dosa bersama di SDK Santa Angela pada 12 Desember 2025 ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang holistik tidak hanya mengejar kecerdasan pikiran, tetapi juga kedalaman hati dan spiritualitas. Sebuah langkah konkret untuk membentuk generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga penuh cinta, rendah hati, dan berani memperbaiki diri.
Parent Teaching di SDK Santa Angela Surabaya
Surabaya, 25 November 2025 – SDK Santa Angela Surabaya merayakan Hari Guru Nasional dengan cara yang berbeda dan penuh makna. Tahun ini, sekolah mengusung tema Parent Teaching, sebuah konsep yang menghadirkan orang tua sebagai pengajar tamu di kelas untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan nilai kehidupan kepada para siswa. Hari Guru bukan hanya momentum untuk menghargai jasa para pendidik, tetapi juga kesempatan untuk memperluas makna pendidikan. SDK Santa Angela percaya bahwa pendidikan adalah kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Dengan melibatkan orang tua secara langsung dalam kegiatan belajar, siswa dapat merasakan bahwa proses pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dalam kegiatan Parent Teaching, beberapa orang tua siswa hadir di kelas untuk: Kegiatan ini membuat suasana kelas lebih hidup, interaktif, dan penuh kehangatan. Anak-anak merasa bangga melihat orang tua mereka tampil di depan kelas, sementara guru mendapatkan dukungan nyata dalam proses pembelajaran. Dampak positif bagi siswa : Motivasi belajar meningkat karena siswa melihat relevansi ilmu dengan kehidupan nyata. Kedekatan emosional antara anak dan orang tua semakin kuat. Penghargaan terhadap profesi tumbuh sejak dini, karena anak-anak mengenal beragam bidang pekerjaan langsung dari narasumbernya. Kolaborasi sekolah dan keluarga semakin erat, menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat. Perayaan Hari Guru diakhiri dengan doa bersama, penyerahan bunga untuk para guru, dan penampilan seni dari siswa. Guru, orang tua, dan murid bergandengan tangan menyanyikan lagu “Terima Kasih Guruku” sebagai simbol kebersamaan. Hari Guru 25 November 2025 di SDK Santa Angela Surabaya menjadi bukti nyata bahwa pendidikan terbaik lahir dari sinergi antara guru dan orang tua. Dengan tema Parent Teaching, sekolah tidak hanya merayakan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi juga mengajak keluarga untuk turut serta menjadi bagian dari perjalanan belajar anak-anak.
Upacara : Semangat dan Kesiapan Menghadapi Sumatif Akhir Semester
Pada hari Senin, 24 November 2025, SDK Santa Angela Surabaya melaksanakan upacara bendera dengan penuh khidmat. Upacara kali ini dipimpin langsung oleh Bapak Y. Sutikno, S.Pd, guru kelas 5B, yang bertindak sebagai pembina upacara. Tema yang diangkat adalah “Semangat dan Kesiapan Menghadapi Sumatif Akhir Semester”, sebuah pesan penting yang relevan dengan situasi para siswa yang tengah bersiap menghadapi ujian penilaian akhir semester. 📌 Jalannya Upacara 🎤 Pesan Amanat Dalam amanatnya, Bapak Y. Sutikno menyampaikan beberapa poin utama: 🌟 Suasana dan Antusiasme Upacara berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Para siswa tampak antusias mendengarkan amanat pembina upacara. Guru dan staf sekolah turut mendukung dengan memberikan motivasi tambahan kepada para siswa. Tema yang diangkat memberikan dorongan moral bagi seluruh peserta didik untuk lebih siap menghadapi ujian akhir semester, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap proses belajar mereka. 🏫 Penutup Upacara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh siswa diberikan kekuatan, kesehatan, dan ketenangan dalam menghadapi ujian. Dengan semangat kebersamaan, SDK Santa Angela Surabaya berharap seluruh siswa dapat meraih hasil terbaik dan terus berkembang menjadi pribadi yang unggul.
Merawat Semangat Juang di Kota Pahlawan: Meriahnya Parade Hari Pahlawan SDK Santa Angela Surabaya dan PG-TKK Taman Rini
Surabaya, 10 November 2025 – Semangat kepahlawanan menggelora di jantung Kota Pahlawan saat Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Angela Surabaya, bersama anak-anak PG-TKK Taman Rini, menggelar peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 dengan rangkaian acara yang inspiratif dan penuh makna. Kegiatan yang berpusat di lingkungan sekolah hingga jalanan kota ini, bertujuan menanamkan nilai-nilai juang para pahlawan sejak usia dini. Upacara Khidmat dan Amanat Kepala Sekolah Rangkaian acara diawali dengan Upacara Bendera yang dilaksanakan dengan khidmat di halaman sekolah. Seluruh siswa-siswi PG-TKK Taman Rini dan SDK Santa Angela berbaris rapi mengikuti upacara. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Y. Supriyono, S.Pd., Kepala Sekolah SDK Santa Angela. Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa Hari Pahlawan bukan hanya sekadar mengenang, tetapi juga momentum bagi generasi muda untuk meneladani semangat rela berkorban, pantang menyerah, dan cinta tanah air yang telah dicontohkan oleh para pejuang. Parade Pahlawan Kecil Menyusuri Sejarah Kota Setelah upacara selesai, kemeriahan memuncak dengan digelarnya Parade Hari Pahlawan. Dalam balutan kostum pahlawan nasional dan pejuang lokal yang beragam, anak-anak PG-TKK Taman Rini dan SDK Santa Angela menjelma menjadi tokoh-tokoh bersejarah. Rute parade dipilih secara khusus untuk menyentuh lokasi-lokasi yang kental dengan sejarah Kota Surabaya, yaitu: Senyum dan tawa menghiasi wajah para peserta parade. Anak-anak tampak sangat senang karena dapat belajar langsung dari atmosfer pahlawan jaman dulu, berinteraksi dengan sejarah melalui kostum yang mereka kenakan, dan merasakan semangat perjuangan di tengah keramaian kota. Parade ini menjadi sarana belajar yang kontekstual dan tak terlupakan. Teatrikal Pengorbanan: Perobekan Bendera Usai parade yang melelahkan, peserta beristirahat sejenak selama kurang lebih 15 menit. Acara kemudian dilanjutkan dengan puncak artistik, yakni Teatrikal Perobekan Bendera Merah Putih Biru (di Hotel Yamato). Teatrikal ini diperankan secara apik oleh Bapak/Ibu Guru dan Siswa-siswi SDK Santa Angela Surabaya. Adegan perobekan bendera oleh para pemuda Surabaya yang heroik, menjadi tontonan yang berhasil membangkitkan emosi haru dan semangat nasionalisme. Pementasan ini merupakan cara efektif untuk mengajarkan sejarah krusial secara visual kepada para siswa. Cosplay Pahlawan: Menghargai Keberagaman Perjuangan Sebagai penutup, acara diakhiri dengan Cosplay Pakaian Pahlawan yang diikuti oleh seluruh elemen sekolah: dari siswa Kelas 1 hingga Kelas 6, Bapak/Ibu Guru, hingga para Wali Murid. Berbagai tokoh pahlawan, mulai dari Jenderal Sudirman dengan seragam militernya, Cut Nyak Dien dengan pakaian khas Aceh, hingga tokoh-tokoh modern yang berjuang di bidang pendidikan dan lingkungan, dihidupkan kembali dalam kostum-kostum kreatif. Sesi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi momen apresiasi terhadap keberagaman bentuk perjuangan dan pengorbanan para tokoh bangsa. Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 di SDK Santa Angela Surabaya berhasil menjadi sebuah perayaan yang holistik. Melalui upacara, parade, teatrikal, dan cosplay, sekolah ini sukses menanamkan bahwa semangat pahlawan harus terus hidup, bukan hanya sebagai cerita, tetapi sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun bangsa.
Open House “Little Farmer’s Fun Day”
Lomba Calistung & Mozaik TK Se-Surabaya – Jumat, 24 Oktober 2025 SDK Santa Angela Surabaya kembali menghadirkan acara Open House yang meriah dan penuh edukasi dengan tema “Little Farmer’s Fun Day” pada Jumat, 24 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak TK Se-Surabaya yang datang dengan penuh semangat untuk mengikuti berbagai lomba dan wahana edukatif bertema dunia peternakan. Lomba Calistung dan Mozaik: Seru, Edukatif, dan Penuh Kreativitas Sejak pagi, area sekolah sudah dipenuhi keceriaan para peserta yang bersiap mengikuti Lomba Calistung (Membaca, Menulis, dan Berhitung) serta Lomba Mozaik.Anak-anak tampak antusias menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Lomba Calistung melatih ketelitian dan konsentrasi, sedangkan lomba Mozaik menjadi ajang kreativitas yang memadukan keterampilan motorik halus dan seni visual. Para orang tua juga terlihat menikmati suasana kompetitif yang positif, sambil mendukung putra-putrinya. Suasana kelas dan lorong sekolah dipenuhi karya warna-warni hasil kreativitas anak-anak peserta. Penampilan Spesial dari Siswa-siswi SDK Santa Angela Tidak hanya lomba, acara Open House ini semakin meriah dengan rangkaian penampilan spesial dari siswa-siswi SDK Santa Angela Surabaya.Mereka menunjukkan bakat terbaik dan memberikan inspirasi bagi adik-adik TK yang hadir. Berikut penampilan yang memukau para pengunjung: Penampilan-penampilan ini memperlihatkan bahwa siswa-siswi SDK Santa Angela tidak hanya cerdas, tetapi juga berbakat dan percaya diri. Berpetualang di Dunia Peternakan Mini Setelah mengikuti lomba dan menonton penampilan, anak-anak TK diajak berkeliling ke area edukatif bertema peternakan. Di zona ini, mereka dapat belajar langsung tentang hewan ternak dan cara merawatnya. Kegiatan yang dapat dicoba antara lain: Kegiatan interaktif ini memberikan pengalaman baru bagi anak-anak, sekaligus mengajarkan tanggung jawab, empati, dan rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitar. Sorak-sorai kegembiraan terdengar sepanjang kegiatan saat anak-anak mencoba pengalaman menjadi “petani kecil”. Penutup Open House “Little Farmer’s Fun Day” berjalan sukses, meriah, dan penuh kegembiraan. Selain menjadi ajang kompetisi, acara ini juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak TK Se-Surabaya.SDK Santa Angela Surabaya berharap kegiatan ini dapat menjadi kenangan indah sekaligus motivasi bagi adik-adik TK untuk terus belajar, berkreasi, dan percaya diri.
Outing Class Kelas 1–3: Serunya Belajar di Alam Terbuka di Desa Wisata Telaga Sewu 🌾🚌
Pada hari Rabu, 22 Oktober 2025, siswa kelas 1, 2, dan 3 SDK Santa Angela mengikuti kegiatan Outing Class dengan tema Fun Outdoor Learning di Desa Wisata Telaga Sewu, Durensewu, Pandaan. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain di alam terbuka yang menyegarkan. 🕖 Awal Perjalanan: Doa dan Semangat Pukul 07.30 WIB, seluruh peserta outing berkumpul di sekolah dan memulai hari dengan doa pagi bersama. Setelah itu, anak-anak menaiki bus wisata dengan penuh semangat dan antusiasme, siap menjelajahi pengalaman baru di luar kelas. 🤝 Sambutan Hangat dan Kegiatan Pembuka Setibanya di lokasi, anak-anak disambut oleh para trainer yang handal dan ramah, menciptakan suasana hangat dan menyenangkan. Sebagai kenang-kenangan, seluruh peserta diajak untuk berfoto bersama di area wisata yang hijau dan asri. Kemudian, anak-anak dibariskan membentuk lingkaran besar dan diajak berjoget bersama, menciptakan momen ceria yang mempererat kebersamaan. 🎯 Aktivitas Seru dan Edukatif Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas yang dirancang khusus untuk anak-anak usia dini, dengan pendampingan penuh dari para trainer: 🌈 Belajar yang Menyenangkan di Alam Terbuka Kegiatan outing ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Anak-anak terlihat sangat senang dan antusias, menikmati setiap aktivitas yang menggabungkan edukasi, eksplorasi, dan permainan. Outing class ini menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, anak-anak dapat belajar banyak hal baru sambil menikmati keindahan alam.
Outing Class Seru ke Desa Wisata Telaga Sewu: Belajar Sambil Bermain di Alam Terbuka 🌿🚌
Pada hari Selasa, 21 Oktober 2025 yang cerah dan penuh semangat, siswa kelas 4, 5, dan 6 dari SD Katolik Santa Angela Surabaya melaksanakan kegiatan outing class bertema Fun Outdoor Learning ke Desa Wisata Telaga Sewu, yang terletak di Durensewu, Pandaan. Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi para siswa untuk belajar di luar kelas sambil menikmati keindahan alam dan kebersamaan. 🌞 Awal Perjalanan: Doa dan Semangat Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dari sekolah, diawali dengan doa pagi bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar perjalanan berjalan lancar. Setelah itu, para siswa menaiki bus wisata yang telah disiapkan, lengkap dengan semangat dan antusiasme yang terpancar dari wajah mereka. 📸 Sambutan Hangat dan Foto Bersama Setibanya di Desa Wisata Telaga Sewu, para siswa disambut hangat oleh tim trainer lokal. Sebagai kenang-kenangan, seluruh peserta outing diajak untuk berfoto bersama di area wisata yang hijau dan asri. 🎯 Aktivitas Seru dan Edukatif Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas menyenangkan dan edukatif yang dirancang untuk mengasah keterampilan sosial, motorik, dan pengetahuan alam siswa: 🌈 Belajar Tak Harus di Dalam Kelas Outing class ini membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, termasuk di alam terbuka yang menyegarkan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman berharga tentang kerja sama, keberanian, dan cinta lingkungan.
